Perancangan Gapura Gereja Berbasis Budaya Karo untuk Penguatan Identitas Visual di GBKP Runggun Tangerang

Authors

  • Titus Adi Kurniawan
  • Prisca Bicawasti Budi Sutanty Universitas Pembangunan Jaya
  • Meirisa Trinkawati

Keywords:

gapura gereja, budaya Karo, identitas visual, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Gapura sebagai penanda kawasan memiliki peran penting dalam memperkuat identitas ruang, terutama pada komunitas gereja suku yang hidup di lingkungan multikultural. Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Tangerang membutuhkan elemen visual yang mampu merepresentasikan budaya Batak Karo, karena gapura eksisting belum mencerminkan ciri kultural jemaat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merancang dan membangun gapura gereja yang mengintegrasikan nilai budaya Karo sekaligus memenuhi aspek fungsional dan struktural. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, Focus Group Discussion, pengumpulan data visual dan literatur, kajian arsitektur Rumah Adat Siwaluh Jabu, penyusunan konsep desain, validasi bersama mitra, serta pendampingan konstruksi. Hasil kegiatan berupa desain gapura dengan elemen budaya Karo pada bentuk atap, panel segitiga berornamen, dan penempatan simbol serta logo gereja. Implementasi konstruksi menunjukkan kesesuaian antara rancangan dan bentuk akhir, termasuk pemasangan pencahayaan untuk meningkatkan keamanan dan visibilitas kawasan. Secara umum, kegiatan ini berhasil memperkuat identitas visual gereja, meningkatkan kualitas ruang publik, dan mendukung pelestarian budaya Karo di komunitas perantauan.

References

[1] Iman Pasrah Zai and Yeremia Hia, “Gereja sebagai Komunitas yang Sehat dan Dampaknya bagi Orang Percaya,” Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik, vol. 3, no. 2, pp. 103–118, Jun. 2025, doi: 10.61132/tritunggal.v3i2.1214.

[2] B. Putra Redyantanu, “Dari Lokal ke Sakral: Transformasi Desain Gereja Berbasis Identitas Lokal,” 2025.

[3] E. Delgado-Orusco, “Wake Up Cities! A Heritage Rebalancing Plan from the Sacred,” Religions (Basel)., vol. 16, no. 3, Mar. 2025, doi: 10.3390/REL16030277.

[4] R. Ardin Adinugrah, “Persepsi Dan Preferensi Masyarakat Tentang Aspek Perancangan Kota Dalam Upaya Pelestarian Kota Lama Tangerang,” Jan. 2013, Accessed: Dec. 25, 2025. [Online]. Available: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunikompp-gdl-rahnandahe-29153

[5] I. Ugalde-Blázquez, R. Gómez-Val, C. Lluis-Teruel, and P. Moran-García, “The Sacred Architecture of Josep Lluís Sert,” Religions 2025, Vol. 16, Page 87, vol. 16, no. 1, p. 87, Jan. 2025, doi: 10.3390/REL16010087.

[6] F. B. Surbakti, “Dinamika Gereja Batak Karo Protestan: Awal dan Kontribusi dalam Perkembangan Masyarakat Multikultural di Denpasar 1997-2024,” Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, vol. 10, no. 8, pp. 121–130, Jul. 2025, doi: 10.9963/R03W4J86.

[7] A. Bahauddin, R. Prihatmanti, and S. A. Putri, “‘Sense of Place’ on Sacred Cultural and Architectural Heritage: St. Peter’s Church of Melaka,” Interiority, vol. 5, no. 1, pp. 53–74, Jan. 2022, doi: 10.7454/IN.V5I1.178.

[8] D. Saghin, V.-C. Cormoș, and M. A. Turturean, “The Church, a Symbolic Resource in Preserving the Identity of Romanian Immigrants and an Important Agent of Integration into Italian Society,” World 2025, Vol. 6, Page 123, vol. 6, no. 3, p. 123, Sep. 2025, doi: 10.3390/WORLD6030123.

[9] A. A. Pamulia, “Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan Pengembangan Desa Wisata Sentra Kerajinan Batik Tulis Giriloyo Kabupaten Bantul,” Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta, 2015.

[10] J. Triwijayana, “Potensi Desa Sebagai Sumber Ide Perancangan Identitas Visual Dan Promosi Desa Wisata Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten,” Institut Seni Indonesia, 2018.

[11] R. M. Paqih and T. R. Hanifah, “Tinjauan Desain Gapura Jalan di Kota Bandung Menggunakan Metode ATUMICS,” DIVAGATRA, vol. 2, no. 1, 2022.

[12] F. M. A. Trisendy et al., “Tampilan Identitas Melalui Arsitektur: Studi Desain Gapura sebagai Pembentuk Citra Wisata di Desa Tanjungwadung, Kabupaten Jombang Menggunakan Pendekatan Focus Group Discussion (FGD) untuk Penguatan Daya Tarik Lokal,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 5, no. 2, 2025, Accessed: Aug. 09, 2025. [Online]. Available: https://jpmi.journals.id/index.php/jpmi/article/view/3556/501

[13] Y. Afiyanti, “Lembar Metodologi Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok Terfokus) sebagai Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif,” Jurnal Keperawatan Indonesia, vol. 12, no. 1, pp. 58–62, 2008.

[14] R. B. Ginting, “Kristen di Dataran Tinggi Karo Tahun 1890-1906,” Universitas Sumatera Utara, Medan, 2016. Accessed: Dec. 06, 2025. [Online]. Available: https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/17540

[15] E. P. Ginting, Sejarah Gereja Batak Karo Protestan (GBKP). Bandung: Penampat Gerafindo, 2015.

[16] S. Ginting, H. Heriyadi, and S. B. Carolina, “Upaya Pelestarian Rumah Adat Karo Melalui Rupa Ragam Hias si Sumatra Utara,” Serat Rupa Journal of Design, vol. 5, no. 1, pp. 122–141, Jan. 2021, doi: 10.28932/srjd.v5i1.2868.

[17] K. R. Tarigan, “Kemandirian Gereja Batak Karo Protestan 1893-1948,” Historiography, vol. 3, no. 1, 2023.

[18] H. Sitanggang, Arsitektur Tradisional Batak Karo. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1991.

[19] T. Wahyuningsih, “Mengenal Kearifan Lokal Siwaluh Jabu Rumah Adat Karo.” Accessed: Aug. 11, 2025. [Online]. Available: https://rri.co.id/sumatera-utara/iptek/1398591/mengenal-kearifan-lokal-siwaluh-jabu-rumah-adat-karo

[20] W. Kaehler, “Batak Style Architecture.” Accessed: Aug. 11, 2025. [Online]. Available: https://www.alamy.com/asia-indonesia-sumatra-lake-toba-area-batak-style-architecture-image344437238.html

[21] H. Frick, Ilmu Konstruksi Bangunan Tradisional Nusantara. Yogyakarta: Kanisius, 2010.

[22] D. Malau, “Gereja dan Identitas Budaya Batak Karo dalam Komunitas Perantauan,” Jurnal Antropologi Indonesia, vol. 37, no. 2, pp. 112–123, 2016.

[23] B. Setiawan, “Cultural Markers in Urban Diaspora Communities,” Journal of Urban Culture Studies, vol. 6, no. 1, pp. 72–84, 2019.

[24] E. Hobsbawm and T. Ranger, The Invention of Tradition. Cambridge: Cambridge University Press, 2012.

[25] R. Sabtalistia, A. Walunningrum, and G. Vania, “Evaluasi penggunaan rangka baja ringan pada konstruksi bangunan kecil dan menengah,” Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil, vol. 12, no. 1, pp. 45–56, 2024.

Downloads

Published

2025-02-04

Issue

Section

Articles