Perancangan Desain Masterplan Pengembangan Wisata Tirta Berkonsep Resilient Thermal Park
Keywords:
Adaptif, Masterplan, Mitigasi, Resilient, Wisata Tirta, resilient thermal parkAbstract
Potensi wisata alam, sumber air panas yang dimiliki Desa Sangubanyu, telah dikembangkan menjadi wisata pemandian air panas Tirta Assyifa. Pengunjung berwisata dengan tujuan pengobatan, relaksasi dan rekreasi. Tren kunjungan wisata menujukan penurunan, akibat aksesibilitas sempit, keterbatasan parkir, minimnya signage, dan ancaman banjir. Kondisi ini berdampak pada rendahnya anggaran pengelolaan, sehingga perawatan dan pengembangan destinasi menjadi terhambat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk merumuskan desain pengembangan wisata, sehingga dapat menjadi pedoman dalam menjaring investasi. Metode pelaksanaan program dimulai dari sosialisasi dan edukasi, bimbingan praktik, monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan dengan melibatkan pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukan bahwa konsep pengembangan wisata yakni resilient dan thermal, untuk menciptakan destinasi wisata yang aman, berkelanjutan, dan memiliki daya tarik kuat. Luaran dari program pengabdian ini mencakup desain masterplan wisata pemandian air panas, mitigasi bencana pada kawasan wisata, pengembangan UMKM dan legalitas UMKM wisata.
References
[1] C. Kuenzi and J. McNeely, “Nature-Based Tourism BT - Global Risk Governance: Concept and Practice Using the IRGC Framework,” O. Renn and K. D. Walker, Eds. Dordrecht: Springer Netherlands, 2008, pp. 155–178.
[2] A. Artiningsih, W. Handayani, and D. R. Jayanti, “Pemetaan Indikator Kinerja Sektor Pariwisata dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Semarang,” J. RIPTEK, vol. 14, no. 2, pp. 72–83, 2020, doi: https://doi.org/10.35475/riptek.v14i2.98.
[3] S. J. Page and J. Connell, “Urban Tourism,” in Tourism, 5th ed., Routledge, London, 2020, p. 23.
[4] C. Christ, “Tourism and Biodiversity — Mapping Tourism’s Global Footprint,” Washington, D.C., 2003. [Online]. Available: http://www.unep.org/PDF/Tourism_and_biodiversity_report.pdf.
[5] N. Hadiyanti, “Mandi Air Belerang, Bermanfaat Tapi Juga Berisiko untuk Kesehatan,” Good Doctor, 2021. https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/info-sehat/mandi-air-belerang-bermanfaat-tapi-juga-berisiko-untuk-kesehatan/ (accessed Jan. 19, 2025).
[6] C. M. Hall, G. Prayag, and A. Amore, Tourism and resilience: Individual, organisational and destination perspectives, vol. 5. Channel View Publications, 2017.
[7] M. Papageorgiou, “Spatial Planning for Tourism Destinations Resilient to Climate Change,” Tour. Hosp., vol. 6, no. 1, 2025, doi: 10.3390/tourhosp6010008.
[8] P. Erfurt-Coope and M. Cooper, Health and Wellness Tourism: Spas and Hot Springs. 2009.
[9] B. Pécsek and Á. Gyurkó, “Building Resilient Destinations: Spatial Mapping and Analysis of Potential Therapeutic Milieus in Hungary,” Tour. Hosp., vol. 6, no. 5, 2025, doi: 10.3390/tourhosp6050226.
[10] T. Y. Lestari1, U. Khasanah, and C. Kuntadi, “Literature Review Pengaruh Pengetahuan, Modernisasi Sistem Administrasi Dan Sosialisasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi,” J. Manaj. Pendidik. dan Ilmu Sos., vol. 3, no. 2, pp. 670–681, 2022, doi: https://doi.org/10.38035/jmpis.v3i2.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rina Kurniati, Retno Susanti, Wakhidah Kurniawati, Dodik Pramono, Anggun Arida Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







